Selain itu, dia memastikan satu kantong berisi kerangka manusia yang diterima pada hari keenam operasi pencarian tidak berkaitan dengan peristiwa longsor tersebut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar sebelumnya menerima satu kantong jenazah berisi tulang-belulang dari pos Search and Rescue (SAR). Namun setelah dilakukan pemeriksaan forensik mendalam, hasilnya menunjukkan kerangka tersebut bukan korban longsor.
“Setelah dilakukan pemeriksaan forensik serta rekonsiliasi data post-mortem dan ante-mortem, tulang tersebut tidak teridentifikasi sebagai korban longsor,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan analisis tim forensik dan DVI, kerangka manusia tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 1 tahun sehingga tidak berkaitan dengan kejadian longsor yang baru terjadi.
Polda Jabar menduga tulang-belulang itu berasal dari makam keluarga yang terdampak longsor dan terbawa pergerakan tanah maupun aktivitas alat berat selama proses evakuasi berlangsung.