BANDUNG, iNews.id - Sejumlah pelajar di Kota Bandung menderita gangguan mental akibat kecanduan gawai atau gadget. Satu dari sekitar faktor penyebabnya adalah pembelajaran jarak jauh.
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) mendata, pada 2020, sebanyak 15 pelajar di Kota Bandung mengalami gangguan mental akibat gawai.
Menanggapi kasus yang memprihatinkan itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana angkat bicara. Menurut Yana, selama masa pandemi, gawai banyak digunakan pelajar, baik SD, SMP, maupun SMA karena menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Akibat bebas menggunakan gawai, para pelajar yang notabene anak-anak itu banyak yang menyalahgunakannya. "Aktivitas PJJ kan pakai gadget. Mungkin dia (pelajar) saat nunggu belajar, mereka iseng buka game atau apa," kata Yana di Balai Kota Bandung, Senin (22/3/2021).
Menyikapi kasus ini, ujar Yana, Disdik Kota Bandung didorong untuk membuat materi PJJ inovatif agar tak membuat para pelajar bosan. Ketika materi menyenangkan, pelajar akan betah dan fokus pada pelajaran.