Namun, panen orderan itu kini sirna dan harus menunda acara resepsi. Dampaknya dia tidak bisa melayani calon pengantin di bulan berikutnya karena harus melayani calon pengantin yang sudah mengundurkan waktu acara.
Bahkan di tahun lalu dia harus mengembalikan uang ke calon pengantin karena pembatalan acara resepsi. Padahal ketika itu dia sudah membeli perlengkapan yang akan digunakan untuk hajatan.
"Ya rugi lah yang harusnya bulan ini kita waktunya nyari duit karena kan bulan Rayagung kalo di Islam banyak yang nikah. Sekarang karena mundur yang seharusnya kita kerjain sekarang next di bulan depan kita enggak ada klien baru. Jadi kita masih ngegarap klien bulan ini, rugi sekali, selama pandemi kerugian merosot 50 persen," kata Sania (13/7/2021).
Pelaku usaha WO ini berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi pandemi Covid-19. Situasi ini bisa diharapkan kembali normal sehingga semua pelaku usaha bisa bangkit dari keterpurukan.