Perjuangan KH Ahmad Sanusi, Keluar Masuk Penjara demi Kemerdekaan 

Dharmawan Hadi
Ketua Umum Yaspi Syamsul Ulum, Neni Fauziyah saat menerima anugerah pahlawan nasional terhadap KH Ahmad Sanusi. (Foto: Istimewa) 

Pada Agustus 1927, lanjut Neni, dekat Pesantren Genteng terjadi insiden perusakan dua jaringan kawat telepon yang mengubungkan Sukabumi, Bandung dan Bogor. Peristiwa ini, dijadikan sebagai bukti Pemerintan Hindia Belanda untuk menangkap dan menahannya. 

"Dengan alasan itulah Ajengan Sanusi mendekam di Penjara Cianjur selama 9 bulan sampai Mei 1928, terus dipindahkan ke Penjara Nyomplong Kota Sukabumi selama 6 bulan sampai November 1928. Selanjutnya, sejak November 1928, beliau diasingkan ke tanah tinggi Senen Batavia Centrum selama 6 tahunan sampai tahun 1934," ujar Neni. 

Neni menambahkan, pada Agustus 1934, Ajengan Sanusi dipindahkan ke Kota Sukabumi dengan status tahanan kota selama 5 tahun hingga turun keputusan Gubernur Jenderal yang ditandatangani AWL Tjarda isinya menyatakan mengakhiri masa tahanan kota untuk KH Ahmad Sanusi. 

"Sejak turunnya Keputusan Gubernur Jenderal tersebut Ajengan Sanusi menjadi orang bebas. Hikmannya 15 bulan di penjara dan 11 tahunan di internir dengan status tananan kota, maka beliau menjadi seorang penulis yang produktif. Tidak kurang dari 126 judul kitab yang ditulis dari berbagai disiplin keilmuan seperti Tafsir Al-Quran, lImu Tauhid, lImu Fiqih, Ma'ani, Bayan dan lainnya," ujar Neni. 

Sebagai guru dan orang tua yang baik, lanjut Neni, KH Ahmad Sanusi mendidik anak-anaknya maupun santrinya menjadi ulama besar dan berpengaruh tidak hanya di Jawa Barat akan tetapi, berpengaruh pula di tingkat nasional. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anugerah Pahlawan Nasional, Keluarga KH Ahmad Sanusi: Yakin Campur Tangan Allah

57 tahun lalu

DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

57 tahun lalu

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Resmikan Groundbreaking Museum Buruh

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal