Dia menuturkan, aksi kekerasan dan penyerangan yang terjadi di Gang Arsyad, Kebon Kopi, tidak ada instruksi dari ketua Moonraker. Kebrutalan tersebut inisiatif anggota yang telah terpengaruh minuman keras (miras).
"Ke depan jangan ada lagi kaya gini. Jangan ada brutal-brutal, cukup saya dan rekan-rekan yang merasakan. Ini (kebrutalan geng motor) yang terakhir kalinya. Semoga menjadi pelajaran bisa lebih baik buat saya dan teman-teman," tutur MFPU.
MFPU mengatakan, memiliki peran dalam penganiayaan itu. Saat kejadian dia menggunakan tongkat baseball untuk menghabisi nyawa korban.
Sementara NBR memegang batu besar yang dilemparkan ke korban sampai terjatuh. Sedangkan pelaku MA dan KAH membekali diri dengan double stik untuk memukuli korban.
MFPU, MA, dan KAH ditangkap di persembunyian mereka di sebuah rumah kontrakan di daerah Cirebon dan RFF ditangkap di rumahnya di daerah Subang pada Selasa (13/2/2023).
Sementara NBR ditangkap di kediaman pamannya di Soreang, Kabupaten Bandung pada Senin (12/2/2023).