"Jadi mungkin dia telat menyadari, jadi berhentinya terlalu dekat. Sudah diingatkan oleh warga yang berjaga, cuma karena sudah terlalu dekat akhirnya tertemper," ucapnya.
Menurutnya, pelintasan itu hanya ditutup palang pintu dari bambu yang dioperasikan secara manual oleh relawan. Pengendara yang melintas diimbau berhati-hati saat melalui jalur tersebut.
"Itu kan pelintasan tidak resmi karena hanya menggunakan palang pintu bambu. Dioperasikannya juga manual, jadi mesti hati-hati kalau mau melintas," katanya.