Plt Direktur RSUD Cikalongwetan menuturkan, manajemen akan memastikan dulu suplai oksigen ke RSUD Cikalongwetan ini berjalan lancar. Setelah aman, baru membuka 100 tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19. "Suplai oksigen medis berkuran ini memang dari pusatnya (pabrik) ya," tutur Plt Direktur RSUD Cikalongwetan.
Diberitakan sebelumnya, KBB berstatus zona merah lantaran angka kasus penularan Covid-19 kembali meningkat. Tak hanya warga biasa, virus Corona juga menyerang puluhan tenaga kesehatan (nakes) di KBB.
Akibat jumlah orang terpapar Covid-19 melonjak, rumah sakit rujukan bagi pasien Corona pun kewalahan. Tingkat keterisian atau bed occupancy ratio (BOR) untuk perawatan pasien Covid-19 seluruh rumah sakit di Kabupaten Bandung Barat (KBB), penuh.
Untuk menangani pasien covid-19 yang terus berdatangan, Dinkes KBB memutuskan menutup layanan instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Cikalongwetan dari pasien non-Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB dr Eisenhower Sitanggang mengatakan, kondisi BOR tiga rumah sakit di KBB, yakni RSUD Cikalongwetan, RSUD Lembang, dan RSUD Cililin, rata-rata 90-95 persen. Dari tiga rumah sakit itu, RSUD Cikalong Wetan ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat.