Kehadiran sang ayah saat pengambilan rapor juga memberi kebahagiaan tersendiri bagi anak. Mereka merasa bangga karena sang ayah hadir langsung di sekolah.
Zafran Alfarizi, murid SDN 1 Jagasatru, mengaku senang rapornya diambil oleh ayahnya. Sebab, selama ini pengambilan rapor lebih sering dilakukan oleh ibunya.
"Senang dan bangga rapor diambil Papa. Selama ini kan rapor yang ambil mama," katanya.
Momen sederhana tersebut menyimpan makna besar bagi hubungan ayah dan anak. Seorang ayah yang memegang rapor anaknya seakan sedang memegang cermin masa depan.
Di dalam rapor itu bukan hanya terdapat nilai dari guru. Ada pula harapan, dukungan, dan cinta yang terus mengalir untuk anak meraih impiannya.