Kehadiran ayah saat pengambilan rapor menjadi tanda bahwa usaha anak selama satu semester merupakan hal penting bagi keluarga. Anak pun merasa lebih dihargai karena perjuangannya mendapat perhatian langsung dari sang ayah.
Gerakan ayah mengambil rapor juga mematahkan stigma bahwa urusan pendidikan anak hanya menjadi tugas ibu. Lewat momen ini, para ayah bisa mengetahui kendala anak di sekolah.
Selain itu, ayah juga dapat mengenal lingkungan belajar anak lebih dekat. Mulai dari teman-temannya, kebiasaan di sekolah, hingga karakter anak saat berada di luar rumah.
Enzu Fariz, salah satu ayah murid, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengambil rapor anaknya. Momen tersebut menjadi pengalaman pertama baginya.
"Saya sempat waktu mengambil rapor anak karena ini juga untuk pertama kalinya. Alhamdulillah nilainya lebih baik dari tahun kemarin," ucapnya.