Ganesan Ampalavanar menyatakan, sangat bangga, melalui investasi ini, Nestlé MILO kini akan diproduksi 100 persen di Indonesia. Hal ini juga merupakan kontribusi kami dalam mendukung gerakan #BanggaBuatanIndonesia dari pemerintah.
Selain itu, ujar Ganesan, Nestlé juga fokus dalam penanganan perubahan iklim menuju tujuan mencapai nol emisi pada 2050. Karena itu, Nestlé memanfaatkan boiler biomassa sebagai penghasil energi terbarukan bagi pabrik.
Nestlé bekerja sama dengan para petani, mitra industri, pemerintah, organisasi non-pemerintah hingga konsumen dalam bertindak bersama menjalankan upaya ini.
“Investasi melalui VBD 2 ini diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas produksi Nestlé MILO sebanyak dua kali lipat produksi per tahun. Sehingga ke depan, peningkatan kapasitas produksi diharapkan dapat mendorong Nestlé menjadi pasar ekspor negara lain sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian Indonesia,” ujar Ganesan.
Ganesan Apalavanar menuturkan, Jawa Barat, merupakan salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia. Boiler biomassa di Pabrik Nestlé Karawang memanfaatkan 8.880 ton sekam padi per tahun yang didapat dari petani padi di Jabar untuk mencegah sekam menjadi limbah pertanian atau dibakar.