"Korban saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk diautopsi," katanya.
Dadang mengungkapkan, awal penemuan jasad siswi itu ketika penjaga sekolah mencium bau amis di gorong-gorong, lalu diketahui ada sosok manusia di dalam aliran air itu.
Hasil pemeriksaan di lapangan, kata dia, belum diketahui adanya tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Namun polisi membutuhkan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Kita akan memohon ke keluarga korban untuk autopsi," kata dia.
BACA JUGA:
RS Hasan Sadikin Bandung Kirim Sampel Cairan Pasien Terduga Suspect Virus Korona ke Jakarta
Remaja di Depok Dilaporkan Hilang, Ternyata Terlibat Prostitusi Online
Salah satu anggota keluarga korban, Ade Munir (56) membenarkan, korban merupakan anggota keluarganya yang tidak pulang sejak Kamis (23/1/2020) sore atau usai pulang sekolah.
Keluarga korban, kata dia, sempat menanyakan ke sekolah, lalu meminta pihak sekolah menayangkan rekaman CCTV yang dimiliki sekolah, namun permintaan itu tidak dikabulkan sekolah karena harus ada rekomendasi polisi.