Marak Penjarahan dan Penyelundupan, Lobster di Laut Pangandaran Nyaris Punah

Syamsul Ma'arif
Mantan Mentri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memusnahkan alat tangkap baby lobster. (Foto: iNews.id/Syamsul Ma'arif)

PANGANDARAN, iNews.id -  Ekspor lobster dari laut Kabupaten Pangandaran ke Jepang tinggal kenangan. Saat ini, laut Pangandaran tidak lagi memiliki sumber daya alam lobster yang melimpah akibat penjarahan.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menyadari kondisi terkini laut Pangandaran seperti itu. Padahal, dulu 80 persen ekspor lobster Indonesia ke Jepang dihasilkan dari Laut Pangandaran. 

"Sekitar tahun 2000 kami merasakan lobster mulai langka, setelah saya jadi Menteri KKP tahun 2014 baru tahu kalau ada yang menjalankan bisnis baby lobster," kata Susi saat pemusnahan alat tangkap baby lobster di lapang Katapang Doyong, Kabupaten Pangandaran, Rabu (7/4/2021).

Dulu, kata Susi, nelayan bisa mendapat lobster yang membawanya menggunakan sepeda motor bisa untung Rp7 juta hingga Rp10 juta. Bahkan nelayan bisa mendapat lobster 3 kuintal atau setara Rp30 juta-Rp40 juta.

Menurut Susi, nelayan Pangandaran kalau hanya untuk cari makan cukup mendapat ikan dan kalau mau kaya dari lobster, uangnya bisa beli rumah, sawah dan kebun.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp40,5 Miliar Lebih

57 tahun lalu

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 39.000 Baby Lobster Senilai Rp1 Miliar di Bandara Juanda

57 tahun lalu

Mobil Boks Terbakar di Pangandaran, 70 Persen Muatan Hangus Dilalap Api

57 tahun lalu

Robot Bawah Air Dikerahkan Cari Atlet Terjun Payung Hilang di Pangandaran

57 tahun lalu

Update Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet asal Bandung Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal