Cimahi menjadi kecamatan, bagian dari Kabupaten Bandung pada 1935. Kemudian pada 1975, status Cimahi ditingkatkan menjadi kota administratif. Pada 2001, Kota Cimahi berstatus otonom, kota madya.
Kota Cimahi mayoritas dihuni masyarakat Sunda sehingga secara kultur kental dengan budaya Sunda. Bahasa Sunda digunakan dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Kota Cimahi. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini Kota Cimahi semakin heterogen.
Secara umum, kuliner populer di Kota Cimahi tidak memiliki perbedaan signifikan dengan Kota Bandung. Batagor, cilok, siomay atau baso tahu, lotek, karedok, dan seblak, juga merupakan jajanan populer di Cimahi.
Namun ternyata terdapat beberapa kuliner khas Cimahi yang beberapa di antaranya tidak ditemukan di Kota Bandung, kabupaten Bandung dan Bandung Barat (KBB).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut makanan khas Cimahi: