PURWAKARTA, iNews.id - Mak Iyom (55) Penjual gula aren asal Sukabumi yang dagangannya dirampas oknum petugas karena tidak memakai masker curhat ke Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi. Seluruh keluh kesah warga Dusun/Desa Manggis, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi ditumpahkan kepada mantan Bupati Purwakarta itu.
Dedi sempat menelepon Mak Iyom dua kali, namun telepon yang pertama diterima oleh kerabatnya sehingga tidak bisa mengobrol secara langsung. Baru telepon yang kedua, Dedi bisa berkomunikasi dengan Mak Iyom. Keduanya pun terlibat obrolan dalam bahasa Sunda.
"Ma kumaha Damang, muhun ieu sareng Pak Dedi (iya ini dengan Dedi). Bener kamari dagangan aya nu ngarampas, gara-gara naon eta teh? (benar kemarin dagangan ada yang merampas, gara-gara apa?" tanya Dedi.
"Enya kamari teh dagangan aya anu ngarampas, lima bungkus. Emak teh teu nyaho kudu make masker. Tapi da emak mah geus ngaikhlaskeun. (benar kemarin dagangan ada yang merampas, Emak ga tahu kalau harus pakai masker. Tapi Emak sudah mengikhlaskan," jawab Mak Iyom di balik telepon.
Obrolan keduanya lumayan cukup lama, hingga akhirnya Dedi Mulyadi meminta bertemu secara langsung. Mak Iyom rencananya akan dijemput dan bertemu dengan Dedi di Purwakarta. Dengan syarat, semua stok gula aren dan makanan lain yang ada di rumah Mak Iyom harus dibawa.