BANDUNG, iNews.id - Sumber air yang diolah Perumda Tirtawening Kota Bandung berkualitas buruk. Bahkan, sumber air yang yang diolah BUMD untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat Bandung tersebut terindikasi tercemar kotoran hewan ternak.
Akibatnya, pembiayaan pengolahan air baku jadi membengkak dan beban itu menjadi tanggung jawab Permda Tirtawening selaku pengelola air bersih. Sementara kewajiban masyarakat sebagai pelanggan untuk membayar justru malah menurun.
Pembengkakan biaya karena penggunaan bahan kimia penetralisasi air tercemar menjadi lebih banyak. Sebab, air yang diditribusikan kepada masyarakat atau pelanggan harus terjamin kualitasnya.
"Kami bisa bayar listrik, kami bisa bayar karyawan kalau masyarakat membayar. Kami tidak ingin efisiensi yang dilakukan dengan memotong hak-hak karyawan. Tapi dengan cara efisiensi terhadap biaya operasional melalui penghematan bahan kimia," kata Direktur Perumda Tirtawening Sony Salimi, Minggu (8/8/2021).
Menurutnya, penghematan bahan kimia ini akan berbanding lurus dengan kualitas air yang akan diolah. Buruknya air baku secara otomatis akan mendongkrak kebutuhan bahan kimia itu.