BANDUNG, iNews.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menegur Habib Bahar bin Smith di ruang sidang. Pasalnya, Habib Bahar, terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks itu meminta sesuatu yang bukan kewenangannya.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (5/4/2022), Habib Bahar meminta agar jaksa menghadirkan saksi ulama sekaligus pengurus pondok pesantren di Jabar.
"Sebelum (sidang) diakhiri, ada permintaan. Saya ingin meminta yang mulia jaksa agar nanti ketika menghadirkan saksi, dibaca halaman 11 (dalam surat dakwaan). Saya minta tolong dihadirkan," kata Habib Bahar.
"Saya minta dihadirkan yang kontra atas ceramah saya," kata Habib Bahar.
Di dalam halaman 11 dakwaan disebutkan sejumlah nama antara lain KH Faisal Sobari pimpinan ponpes Daarus Syifa Garut, KH Alum Burhanudin pimpinan Ponpes Miftahul Huda Garut, KH Abdul Mujib pimpinan ponpes Fauzan Garut, RD Amin Muhyiddin pimpinan Ponpes Assaadah Garut.
KH RD Jujun Junaedi pimpinan Ponpes Al-Ghoniyyah, H Mu'tashim Billah pimpinan Ponpes An-nur Garut, KH Jamjam Nurjaman pimpinan Ponpes Ar-Rohmat, H Bunyamin pimpinan Ponpes Najaahaan Garut, KH Dadang Ridwan pimpinan Ponpes Al Taqwa Darussalam dan Ketua MUI Garut KH Sirojul Munir.