Dia menyatakan, proses pembuatan buku ini juga dikomparasikan dengan angkatan udara Amerika, Inggris, dan Australia yang memiliki kesamaan empat konsep. Yakni pengendalian udara, penyerangan, pengintaian, dan mobilitas udara. Sehingga kesiapan rancangan operasi organisasi bisa dibuat secara adaptif, efektif, dan efesien.
"Buku ini mencoba menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Makanya masukan dan kritikan sangat diperlukan demi perbaikan ke depan dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks," ujar Marsekal TNI Fadjar Presetyo.
Salah seorang penanggap, Marsda TNI Samsul Rizal menilai, buku ini menjadi guiden bagi para pembantu KSAU di Mabes AU dalam merumuskan pembangunan ke depan.
Penulis juga merinci tiga teoritis kelompok air power secara taktikal, operasional, dan strategi. Termasuk bagaimana menyusun anggaran dalam membangun alutsista kekuatan TNI AU melalui komitmen pemerintah.
"Buku Plan Bobcat didasari tiga pilar, yakni organisasi, teknologi, dan kesiapan operasi. Bagaimana menjalin hubungan baik dengan negara yang memiliki kesamaan visi agar dapat transfer teknologi supaya TNI AU dapat unggul di kawasan," tutur KSAU.