Namun, Nyai Endit terkenal sangat pelit dan serakah. Suatu hari, datang seorang warga meminta pertolongan kepada Nyai Endit.
Tetapi, bukannya memberikan pertolongan, Nyai Endit justru mengusirnya. Di lain waktu, datang seorang kakek ke rumah Nyai Endit.
Kakek itu meminta air minum kepada Nyai Endit. Namun, bukan memberi air, Nyai Endit justru menghina dan memukul kakek tua tersebut.
Padahal si kakek sama sekali tak melakukan kesalahan. Dia hanya meminta segelas air karena haus setelah berjalan cukup jauh. Setelah kejadian tersebut, si kakek menancapkan tongkat yang dibawanya ke tanah.
Tiba-tiba, air memancar dari lubang bekas tongkat tersebut. Semakin lama, semburan air itu semakin deras. Sementara, setelah menancapkan tongkat dan mencabutnya, si kakek tua menghilang.