Bahasa Sunda lemes atau halus yakni, bahasa yang digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua dan atau dihormati. Berbeda jika berbicara dengan teman sebaya atau lebih muda.
Penggunaan bahasa Sunda lemes saat berbicara dengan yang lebih tua dan dihormati terdengar sopan dengan intonasi halus dan lembut.
Misal, anak berbicara kepada orang tua, wajib menggunakan bahasa Sunda halus. Ketika anak-anak berbicara kepada orang tuanya dengan bahasa Sunda kasar dianggap tidak sopan.
Walaupun berbicara dengan orang biasa dan sepantaran, sebaiknya gunakan bahasa halus sebagai sopan santun. Sampai saat ini, undak usuk bahasa masih bertahan, terutama di Bandung Raya. Namun harus diakui, kini undak usuk dalam bahasa Sunda mulai terkikis.
Penyebabnya, banyak orang tua tidak mengajarkan bahasa lemes atau halus kepada anak-anak mereka. Sementara, anak-anak lebih fasih menggunakan basaha Sunda kasar dari pergaulan sehari-hari. Akibatnya, bahasa Sunda kasar justru lebih banyak digunakan anak-anak, baik di rumah maupun di pergaulan.