Sebab orang Sunda, terutama di Priangan, sangat memahami, seseorang menggunakan bahasa Sunda kasar saat bicara, biasanya sedang marah atau tidak senang.
Ketiga, basa lemes keur sorangan/lemes sedeng (bahasa halus untuk diri sendiri/sedang). Keempat, basa lemes kagok/panengah (bahasa halus tengah).
Kelima, basa lemes kampung/dusun, dan keenam, basa lemes budak (bahasa halus untuk anak kecil).
Kosakata Bahasa Sundalemes terdapat beberapa macam akhiran. Antara lain, berakhiran jeng, nten, ntun, wis, il, os, ang, ah, i, dan u.
Ada juga bahasa Sunda lemes yang benar-benar berbeda dari kosakata loma atau kasar.