Kopi Gununghalu KBB Jadi Incaran Tengkulak, Kerap Paksa Petani Jual Komoditas

Adi Haryanto
Produksi kopi Gununghalu KBB sudah diakui oleh pasar luar negeri, sehingga banyak tengkulak memburu komoditas itu. (Foto: iNews.id/Adi Haryanto)


Misalnya, mereka akan kesulitan mendapat bibit dan pupuk dengan harga terjangkau. Sehingga bisa saja pada panen kopi dimusim berikutnya hasil kopi jadi tidak maksimal dan proses produksi menjadi lebih mahal. Sedangkan tengkulak pasti tidak mau tahu kendala yang dihadapi para petani. 

"Ya dalam jangka panjang jadi merugikan petani karena mereka merasa untung menjual harga tinggi, padahal rugi karena kesulitan mendapat bibit dan pupuk," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai petani sekaligus prosesor biji kopi, Rani dengan 60 petani yang tergabung dalam koperasi Halu Farm mencoba menyajikan kualitas kopi Gununghalu dengan cita rasa dan aroma yang khas. Alhasil permintaan pasar dari timur tengah dan Amerika juga cukup tinggi. 

"Untuk panen tahun ini kita akan memenuhi permintaan ekspor ke Middle East sebanyak 19 ton kopi green bean. Berikutnya baru menggarap pasar Amerika," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Petani di Subang Ekspor 25 Ton Kopi ke Mesir lewat Skema Imbal Dagang

57 tahun lalu

Kapolresta Bandung Tegas Awasi Pupuk Bersubsidi: Petani Jangan Dirugikan!

57 tahun lalu

Kunjungi Mojokerto, Alam Ganjar Diskusi Bersama Petani Kopi dan Peternak

57 tahun lalu

Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud, Ini Harapan Petani Kopi Perempuan Kampung Palintang

57 tahun lalu

Petani Kopi di Malang Selatan Keluhkan Sulitnya Akses Pupuk Subsidi ke Partai Perindo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal