Kisruh Kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Kini Ada 2 Sultan

Fathnur Rohman
Massa menyerbu Keraton Kasepuhan Cirebon. Mereka menuding sultan saat ini bukan keturunan sah atau trah Sunan Gunung Jati. (Foto: iNews/Miftahudin))

CIREBON, iNews.id - Polemik perebutan kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, memasuki babak baru. Rahardjo Djali, pria yang merupakan keturunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, kini dilantik keluarga besarnya sebagai Sultan Sepuh Aloeda II.

Proses pengangkatan Rahardjo sebagai Sultan Sepuh Aloeda II dilakukan melalui proses jumenengan (pelantikan), pada Rabu 18 Agustus 2021 kemarin. Dia mengklaim dirinya sebagai penerus tahta dari Sultan ke-11 Keraton Kasepuhan, yaitu Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin.

Acara jumenengan tersebut dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga besar, di sebuah rumah yang berada di dalam lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon. Rahardjo menjelaskan, rumah ini merupakan tempat tinggal dari Sultan Sepuh XI.

"Kami memang tidak mengundang siapa pun, karena ini untuk menjaga kesakralan penobatan ini. Kenapa dipilih tempat ini, karena Sultan Sepuh XI menghabiskan sisa hidupnya di sini. Beliau setelah menikahi nenek saya, Nyi Mas Rukjah, mengganti gelar di belakangnya dari Natadiningrat menjadi Aluda," kata Rahardjo kepada awak media, Kamis (19/8/2021) sore.

Hingga kini, kata Rahardjo, pihaknya masih menolak pengangkatan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin, sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon. Menurutnya, sultan saat ini tidak memiliki hubungan darah dengan Sultan Keraton Kasepuhan ke-11. Oleh karena itu, pengangkatan Luqman melalui proses jumenengan di Keraton Kasepuhan Cirebon, pada tanggal 30 Agustus 2020 tidak sah.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pascadisegel, Keraton Kasepuhan Cirebon Lengang dan Dijaga Polisi

57 tahun lalu

Berenang di Sungai Cisanggarrung Cirebon, 2 Pelajar SMP Tenggelam Belum Ditemukan

57 tahun lalu

Pelabuhan Kejawanan Cirebon Dampak Solar Langka, Ratusan Kapal Menumpuk

57 tahun lalu

Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Timpa Truk di Pantura Cirebon

57 tahun lalu

Puluhan Pemudik Nyasar di Pantura Cirebon, Terbawa Iring-iringan Wisata Warga Lokal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal