Tarian Bedhaya Sapta mengisahkan tentang dua penggawa Sultan Agung, yaitu, Ki Tumenggung Lirbaya dan Ki Tumenggung Nampabaya yang diutus untuk membuat tapal batas antara tanah Mataram dan Pasundan.
Sehingga penampilan tarian Bedhaya Sapta ini secara simbolis diharapkan mampu menjadi jembatan hubungan kerja sama dan pertukaran budaya yang baik antara DI Yogyakarta dan Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pergelaran tarian Bedhaya Sapta ini sebagai tanda Sri Sultan HB X menghargai persahabatan yang dibangun antara Jawa Barat dan DI Yogyakarta.
"Kerja sama di bidang budaya dan pariwisata ini menegaskan persahabatan Jabar dan Yogyakarta semakin kokoh. Sejarah negatif di masa lalu mulai hilang sehingga kerja sama di bidang budaya, pariwisata, ekonomi dan pendidikan akan semakin konkret," kata Ridwan Kamil.
Sementara itu, Sri Sultan HB X mengatakan, pertunjukan Gempita Budaya ini merupakan momentum sangat menentukan dalam artian sejarah baru terbentuk di antara Jabar dan Yogyakarta.
"Persahabatan yang terjalin antara Jabar dan DI Yogyakarta semoga dapat diwujudkan dengan daerah–daerah lain. Dengan peristiwa ini dapat terbangun sinergi yang lebih bermanfaat bagi Indonesia," kata Sri Sultan HB X.