Pembuatan batik jumputan dilakukan secara tradisional dengan bahan alami, dari pewarna hingga alat mengikat kain. Teknik pun dibuat lebih sederhana agar mudah diikuti para peserta.
“Rumah Kreatif Milenial ini sangat bermanfaat. Di tempat ini para anggota bisa mendapatkan ilmu yang banyak. Semoga para mantan anggota geng motor bisa lebih berkarya dan mempunyai usaha lainnya,” kata seorang mantan anggota geng motor, Irwansyah.
Selain motif merah putih, peserta rumah kreatif milenial juga menghasilkan batik jumputan dengan motif-motif lain.
Nantinya hasil karya para anggota geng motor itu bisa dijual untuk pasar yang sudah disiapkan. Harga per lembar kain jumputan bisa mencapai Rp500.000, dengan permintaan hingga ke luar negeri seperti Jepang.
Untuk ke depannya, jika sudah mahir, para mantan anggota geng motor itu akan diberikan modal untuk usaha mandiri dan melepas dunia jalanan yang rawan tindak kriminal.