Meskipun, kata dia, kepgub itu disepakati bersama para kiai tetap dikritik berbagai pihak. Kepgub itu pun sudah direvisi untuk mengakomodir semua aspirasi.
"Pemprov memahami aspirasi tambahan tersebut, dan Keputusan Gubernur hari ini sudah direvisi untuk mengakomodir semua suara yang berkepentingan," ujar dia.
Pria disapa Kang Emil itu menambahkan kepgub itu diterbitkan bertujuan untuk menyelamatkan para santri dan kiai dari wabah pandemi virus corona. Selain itu, orang tua para santri juga tenang jika protokol kesehatan diterapkan secara ketat di pesantren.
"Semua niatan protokol ini semata-semata agar keselamatan jiwa santri dan kiai bisa dijaga dengan maksimal selama pandemi Covid-19 ini. Dan agar orangtua para santri juga tenang dalam mengirim anak-anaknya kembali belajar di pesantren di Jawa Barat," katanya.