Kenapa di Jawa Barat Tidak Ada Candi, Karena Yakin kepada Sang Hyang Jati Tunggal

Agus Warsudi
Candi Cangkuang, Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. (FOTO: Tripadvor)

Pemilik kekuasaan adalah tokoh-tokoh kampung adat. Pelaksana kekuasaan adalah pemimpin di kampung nagara. Sedangkan penjaga kekuasaan adalah pemimpin di kampung terluar.

Pada masa kerajaan Sunda, pemilik kekuasaan adalah raja Sunda. Sedangkan pelaksana kekuasan adalah putra-putra atau keluarga raja yang memerintah wilayah-wilayah kekuasaan.

Sementara kekuasaan untuk memelihara kekuasaan raja ada di tangan masyarakat penjaga wilayah kerajaan. Biasanya, wilayah penjaga kekuasaan adalah pesisir dan perbukitan. 

Namun yang menarik adalah, sebelum di Tatar Sunda terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha, seperti Kerajaan Galuh Pakuan dan Pajajaran, orang Sunda sudah memiliki kampung suci tersendiri yang disebut kabuyutan.

Kabuyutan adalah satu tempat khusus yang tidak dikunjungi oleh sembarang orang. Sebab, kabuyutan dianggap keramat dan terisolasi dari hunian manusia. Dalam masa sekarang, kabuyutan itu sebagai tempat peziarahan yang di dalamnya terdapat juru kunci atau kuncen sebagai pemegang kekuasaan wilayah tersebut.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kenapa Jawa Barat Menggunakan Bahasa Sunda? Ini Jawabannya

57 tahun lalu

Sosok Ganjar Jadi Inspirasi Ratusan Perempuan Milenial di Jawa Barat

57 tahun lalu

Elektabilitas Melesat, Ridwan Kamil Dinilai Capres Pilihan Warga Jawa Barat 

57 tahun lalu

15 Anak di Jawa Barat Meninggal akibat Gangguan Ginjal Akut 

57 tahun lalu

Sejarah Kesenian Sisingaan Khas Jawa Barat, Ekspresi Perlawanan Rakyat Subang terhadap Penjajah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal