Karena itu, ujar Ema, Pemkot Bandung harus mengoptimalkan kuota vaksin yang diterima. “Semuanya mengandalkan ketersediaan stok vaksin yang disiapkan oleh daya dukung APBN. Sehingga kami tinggal optimalisasi,” ujar Sekda Kota Bandung.
Selain itu, tutur Ema, untuk mengejar herd immunity atau kekebalan kelompok di Kota Bandung, telah disepakati menggunakan dua pendekatan, yakni administrasi dan teritorial atau azas domisili.
Perlu diketahui, Pemprov Jawa Barat memberi 2,5 juta dosis vaksin Covid-19 kepada Kota Bandung pada awal Agustus lalu. Sedangkan untuk mencapai herd immunity, maka setidaknya harus ada 1.952.358 orang di Kota Bandung yang tervaksin Covid-19.
“Target penduduk Kota Bandung yang memang ber-KTP Kota Bandung dan juga warga yang bekerja tapi bukan penduduk, itu menjadi target vaksinasi. Jadi jangan hanya mengandalkan target administrasi saja tapi juga melihat dari azas domisili,” tutur Ema.
Sekda Kota Bandung berharap target 70 persen di akhir bulan September dan 100 persen di akhir Desember 2021 bisa tercapai. Sehingga herd immunity di Kota Bandung bisa terbangun. “Kalau dilakukan secara masif di seluruh kecamatan, kita optimis dengat target satu hari itu bisa mencapai 11.000 (orang tervaksin)," ucap Sekda.
Sehingga, ujar Ema, setelah herd immuntity telah terbangun, semua kegiatan di Kota Bandung harus berjalan seperti biasa terutama ekonomi dan sosial lain.