Selain itu, tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan. Hal ini karena terdapat gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.
”Siapa pun tidak diperbolehkan untuk menginap di dalam kawasan kawah aktif. Untuk mengantisipasi risiko yang lebih buruk, siapa pun untuk tidak memasuki radius 2 km dari kawah gunung. Sedangkan lokasi permukiman berjarak kurang lebih 7 km dari kawah,” katanya.
Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata diminta agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba. Letusan ini tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.
Gunung Tangkuban Parahu di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami erupsi pada Jumat kemarin, pukul 15.48 WIB. Erupsi itu terjadi dengan tinggi kolom abu kurang lebih 200 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.284 meter di atas permukaan laut.