"Hal ini (lonjakan kasus Covid-19) direspons dengan vaksinasi meluas dan cepat. Di Jawa Barat, saya nilai lebih baik daripada provinsi lain untuk cakupan vaksinasi Covid-19," ujar mantan presenter ini.
Farhan menilai, pengetatan aturan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, untuk menutup celah kerumunan, dinilai masih massif dilakukan di daerah-daerah.
"Ketersediaan kamar isolasi dan perawatan bagi penderita Covid-19 di faskes (fasilitas kesehatan) mulai membaik, tidak ada kekurangan kamar disertai testing dan tracing meluas. Sosialisasi dan edukasi 5M sudah menunjukan hasil yang baik walaupun ada beberapa yang kurang patuh," tutur Farhan.
Dia menilai, masih ada masalah dalam hal penyaluran jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu yang terdampak masih terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat. "Masih ada masalah dengan distribusi Bansos. Tampaknya masalah data menjadi kendala," ucap pria yang pernah maju sebagai calon Wali Kota Bandung ini.
Sebelumnya, Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto menilai kedisipilinan protokol kesehatan Covid-19 pada beberapa daerah di Jawa Barat rendah di bawah Nasional. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam penggunaan masker abai dan memicu peningkatan kasus positif.
Airlangga mengimbau kepala daerah di Jabar untuk mendisiplinkan kondisi tersebut karena saat ini masih dalam PPKM. "Bahwa masyarakat Jabar dari segi kedisiplinan menggunakan maskernya relatif di bawah nasional, kami juga berkeliling ke berbagai daerah banyak di antara masyarakat yang tak mengenakan masker," ujar Airlangga disela kunjungan di Bandung, Sabtu (5/6/2021).
"Kalau semua pakai masker maka presentase penularannya adalah lima persen tapi kalau maskernya dilepas itu naik 30 persen dan kalau tidak ada yang pakai masker itu 70 persen kena," kata Airlangga.