Sementara itu, tokoh masyarakat adat Ciptagelar Aki Upat mengatakan, PLN sudah pernah menawarkan aliran listrik untuk kampung adat ini. Namun, sesuai kebijakan adat di kasepuhan, pihaknya lebih memilih memanfaatkan energi alam yang sudah dijalankan pemangku adat terdahulu. Masyarakat setempat sepakat tetap menggunakan PLTMh demi menjaga lingkungan.
"Jadi kami masyarakat adat sangat cinta dengan lingkungan, terutama air dan potensi lain juga mendukung. Kita membuat turbin tenaga air untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat adat sekaligus untuk menjaga air dan hutan," kata Aki Upat.
Kasepuhan Ciptagelar menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat memanfaatkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Diketahui, hingga saat ini penggunaan energi terbarukan belum optimal di Indonesia. Kasepuhan Ciptagelar telah berkontribusi bagi aksi penyelamatan krisis iklim di bumi ini yang disebabkan perubahan iklim.