Kasepuhan Ciptagelar, Desa Mandiri Energi yang Tetap Menjaga Tradisi

Mawaria Wira Miharti
Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar memanfaatkan energi alam untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah mereka. (Foto: iNews/Mawaria Wira Miharti)

Namun, bukan berarti kendala tak pernah ada. Beberapa kali turbin mengalami kerusakan karena kondisinya yang sudah tua. Selain itu, jika musim kemarau panjang tiba dan menyebabkan debit air sungai berkurang, pasokan listrik ke rumah warga pun akan terganggu. 

Jika hal ini terjadi, warga pun harus rela tak bisa menikmati listrik untuk sementara waktu. Warga harus kembali menggunakan penerangan dari lampu minyak kala malam tiba. 

Untuk mencegah kerusakan turbin, warga rutin melakukan perawatan dan pemeliharaan. Dananya berasal dari iuran sebesar Rp20.000 yang dibayarkan warga Kasepuhan Ciptagelar setiap bulan. Iuran tersebut juga untuk pembelian suku cadang jika ada kerusakan pada turbin.

Salah satu warga Kasepuhan Ciptagelar, Icah, mengaku senang dengan adanya listrik di kampungnya. Sebab, dia bisa menggunakan peralatan elektronik dan menghemat biaya. 

"Dulu kami mengalami pakai lampu harus beli minyak tanah. Sekarang lebih irit karena ada listrik. Sebulan hanya Rp20.000," ujar Icah.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Remaja Tewas Tersengat Listrik Tiang Lampu Jalan di Surabaya

57 tahun lalu

2 Pekerja Tersetrum saat Bangun Atap Koperasi di Mojokerto, 1 Tewas 1 Luka Parah

57 tahun lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

57 tahun lalu

Unik! Tradisi Tumpengan Warnai Lebaran di Blora, Warga Makan Bersama di Masjid

57 tahun lalu

Tragis! Kabel PLN Putus, 2 Lansia di Pinrang Tewas Tersengat Listrik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal