Jelang Ajaran Baru, Pemkab Karawang Larang Sekolah Pungut Biaya dan Paksa Orang Tua Beli Buku

Nilakusuma
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat membuka seminar Batasan Pungutan Liar yang digelar Masyarakat Anti Pungutan Liar (MAPI), Kamis (28/5/2021). (Foto: iNews.id/Nilakusuma)

Aep mengatakan, pemerintah  Kabupaten Karawang telah menganggarkan biaya melalui APBD untuk dunia pendidikan sebesar 30 persen. Seluruh biaya operasional pendidikan sudah masuk dalam anggaran APBD. 

"Jadi sekolah tidak seharusnya meminta biaya tambahan dari orang tua atau siswa itu sendiri," ujarnya.

Selain itu, lanjut Aep, Karawang memiliki program beasiswa Karawang Cerdas untuk siswa SMA, SMK, MA dan mahasiswa sebesar Rp30 miliar. Jumlah itu untuk  siswa SMA Rp1,2 juta per tahun dan mahasiswa Rp12 juta per tahun. Kemudian ada tambahan penghasilan untuk seluruh guru baik PNS maupun honorer. Guru PNS Rp500.000 per bulan. Guru honorer disesuaikan dengan masa kerja mulai dari Rp400.000 dan Rp1 juta serta pendapatan dari kepala sekolah Rp1 juta. 

"Itu membuktikan kita concern dengan dunia pendidikan," katanya.

Menurut Aep, keberadaan Forum Masyarakat Anti Pungutan Liar (MAPI) diharapkan bisa memberikan sosialisasi kepada para guru dan kepala sekolah agar saat mengambil kebijakan tidak salah langkah, yang bisa menyebabkan kebijakan tersebut tersandung oleh hukum.

"Kadang guru dan kepala sekolah sering dilema ketika membuat kebijakan soal anggaran pendidikan di sekolahnya. Ke depan pemda akan bekerjasama dengan MAPI  Jawa Barat terkait pemberantasan pungli daerah," katanya.   

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Saber Pungli Minta Masyarakat Laporkan Praktik Pungutan Liar di Sektor Pelayaran

57 tahun lalu

May Day, Belasan Ribu Buruh Karawang Berangkat ke Jakarta

57 tahun lalu

Kadis ESDM Jatim Ditahan Kasus Pungli Izin Tambang, Ini Reaksi Khofifah

57 tahun lalu

Penampakan Uang Rp2,3 Miliar Hasil Pungli Izin Tambang, Kadis ESDM Jatim Ditahan

57 tahun lalu

Ngeri! Preman di Medan Siram Bensin dan Ancam Bakar Warung gegara Tak Diberi Uang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal