Dari keterangan saksi-saksi di tempat kerja ayah korban, polisi mendapat informasi terjadi cekcok mulut antara korban dan ayahnya di sana. “Dari sini, kami sudah memperkirakan, menduga apa yang akan terjadi,” ujarnya.
Setelah cekcok mulut, ada saksi yang mellihat, korban dibawa ayahnya ke suatu tempat. Polisi kemudian menyisir di lokasi sekitar tempat kerja ayah korban dan menemukan rumah kosong. Selain menemukan jejak sepatu korban dan sandal pelaku yang identik dengan bukti yang dimiliki, polisi juga menemukan seutas kabel.
“Kami cocokkan lagi dengan TKP. Ada satu utas kabel antena, itu identik juga dengan yang kami temukan di TKP ketiga di rumah kosong. Ini sarana untuk mengikat korban,” katanya.
Polisi sebelumnya menemukan kesulitan mengungkap kasus pembunuhan korban. Sejak ditemukan, kondisi korban di gorong-gorong sudah rusak. Polisi kemudian melakukan autopsi. Sambil menunggu hasilnya, polisi mengumpulkan saksi sebanyak mungkin.
Sementara CCTV sekolah tidak bisa menjadi bukti karena rekamannya ternyata terhapus akibat memori yang terbatas.