Jalur Jatiwangi-Ligung Majalengka Banyak Berlubang, Sering Dilintasi Mobil Besar

Inin nastain
Pemotor terlihat menghindari jalan berlubang di Majalengka. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Kondisi jalan raya yang mengalami kerusakan kerap menjadi sorotan banyak kalangan. Hal itu tidak terlepas dari status jalan yang memang sangat vital untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, sehingga keberadaannya akan mendapat perhatian luas.

Terkait kondisi itu, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui bahwa di provinsi yang dipimpinnya banyak jalan rusak. Kang Emil, demikian dia biasa disapa beralasan, anggaran untuk perbaikan jalan habis untuk penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu.

"Saya hilang 10 triliunan di level pemerintahan. Hilang 10 triliun, ngaspal jalan jadi tertunda," kata Kang Emil, saat menghadiri hari jadi ke-533 Majalengka, beberapa waktu lalu.

Di Kabupaten Majalengka, salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan terlihat di jalur Jatiwangi-Ligung. Di sepanjang jalan milik kabupaten itu, tampak lubang menganga dengan berbagai ukuran. 

Selain berlubang, di salah satu titik juga terlihat aspal jalan itu ambles,  dan terkelupas. Jalur Jatiwangi-Ligung sendiri, sejatinya baru diperbaiki sekitar 2 tahun lalu.

Kondisi itu cukup disayangkan, mengingat aktivitas warga yang padat, lantaran terdapat sejumlah pabrik di Kecamatan Ligung. Setiap jam masuk dan pulang kerja, jalur itu akan ramai oleh para karyawan.

Di sisi lain, aktivitas lalu lintas di jalur itu dinilai ironis. Pasalnya, ada beberapa kendaraan perusahaan dengan kapasitas melebihi tonase jalan, yang kerap melintas di jalur itu.

Jalan berstatus kabupaten itu, dari informasi yang diperoleh iNews.id, maksimal beban Muatan Sumbu Tertinggi (MST) yang bisa 'ditanggung' seberat 8 ton. Adapun sejumlah kendaraan yang melintas di jalur itu, disebut-sebut di atas 8 ton.

Dari pantauan iNews.id, salah satu kontainer perusahaan yang ada di Kecamatan Ligung, terlihat tertera keterangan Max. Gross: 32.500 KGS, 71.650 LBS; Tare: 370 KGS, 8.160 LBS; NET: 28.800 KGS, 63. 490 LBS.

"Iya emang sering lihat kontainer besar lewat, dan jumlahnya nggak hanya satu. Tapi nggak tau apa tiap hari atau nggak. Karena saya lihatnya pas kebenaran lewat jalan ini aja," kata salah satu warga Ligung Abes.

Melintasinya sejumlah kendaraan dengan bobot melebihi tonase jalan, disebut-sebut mempercepat kerusakan jalan. Apalagi, jika mobil tersebut melintas beberapa kali dalam satu pekan.

Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Majalengka (UNMA) Asep Dian Heryadiyana mengatakan, ada dua musuh utama yang harus dihindari agar jalan tidak lekas rusak. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

APBD KBB 2023 Terbatas, Pemda hanya Mampu Perbaiki 18 Km Ruas Jalan Rusak

57 tahun lalu

Ojek Pangkalan Gugat Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten Rp100 Miliar terkait Jalan Rusak

57 tahun lalu

Kecelakaan di Jember, Remaja Perempuan Tewas Terserempet Truk gegara Jalan Rusak

57 tahun lalu

Pilu! Ibu di Sukabumi Ditandu ke RS, Bayi Baru Dilahirkan Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Viral Ibu Hamil di Lebak Keburu Melahirkan di Mobil Pikap akibat Jalan Rusak Parah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal