Investor Jerman Ambil Alih Proyek TPPAS Lulut Nambo, Total Investasi 133,3 Juta Dolar AS

Agung Bakti Sarasa
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtias. (Foto: tangkapan layar)

Teknologi MYT ini dianggap tepat karena sesuai dengan rencana pengolahan sampah menjadi refuse derived fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif pengganti batu bara yang sesuai dengan kontrak jual beli yang telah dilakukan bersama PT Indocement. 

"Jadi, perusahaan Jerman ini sudah berpengalaman. Selain itu, pemilihan mitra ini juga melalui proses bisnis (corporate action) yang transparan dan melibatkan seluruh stakeholder di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta melibatkan tenaga ahli teknis maupun manajemen," tutur Prima.

Disinggung pembiayaan pembangunan TPPAS Lulut Nambo, Prima menyatakan, pembiayaan bersumber dari sejumlah mitra pendanaan, seperti PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan bank bjb. 

Adapun sumber pendapatan (revenue), antara lain berasal tipping fee yang akan dibayarkan oleh Pemprov Jabar, hasil penjualan RDF, dan hasil pengolahan lainnya. Adapun besaran tipping fee yang akan dibebankan ke kabupaten/kota sebesar Rp125.000 per ton. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Simak 5 Fakta Ustaz Gondrong Pengganda Uang Pakai Jenglot di Bekasi

5 tahun lalu

Gubernur Ridwan Kamil Tinjau Vaksinasi 3.300 Pegawai Bank

5 tahun lalu

Garap TPPAS Lulut Nambo, Ridwan Kamil Sambut Investor asal Jerman 

5 tahun lalu

Ustaz Gondrong Pengganda Uang Pakai Jenglot Tersangka Persetubuhan Anak

5 tahun lalu

Pria Pengganda Uang Pakai Jenglot di Bekasi Tersangka Penipuan, Istrinya Diperiksa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal