BANDUNG, iNews.id -Habib Bahar bin Smith didakwa menyebarkan berita bohong saat ceramah di Kampung Cibisoro, RT 03/08 Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung pada 10 Desember 2021 lalu. Dalam ceramah itu, Habib Bahar menyinggung kasus Habib Rizieq Shihab, cucu Rasulullah Muhammad SAW yang diborgol dan dipenjara gegara menggelar acara maulid nabi.
Tim Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar membacakan isi ceramah yang disampaikan Habib Bahar dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (5/4/2022).
"Di negara yang kita cintai ini, tepat satu tahun yang lalu ada salah satu dari anak cucu Rasulullah yang di mana beliau kembali dari Mekkah. Beliau bikin acara maulid, memuliakan kelahiran kakeknya, mengagungkan kelahiran kakeknya, berkumpul para ulama, para habaib, di situ banyak mendapatkan ilmu, manfaat. Beliau mengungkapkan kegembiraan dengan Maulid Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam," kata JPU.
Habib Bahar dalam ceramahnya itu kemudian menyinggung banyak ulama hingga ustaz dan habaib membuat maulid nabi. "Salah satunya beliau (Habib Rizieq Shihab). Akan tetapi beliau malah dipenjara. Beliau malah ditangkap saudara-saudara. Beliau ditangkap, beliau dipenjara," ujar jaksa membacakan isi ceramah Habib Bahar.
"Saudara-saudara, demi Allah tidak ada dalam sejarah di dunia ini dari zaman Nabi Adam sampai sekarang tidak pernah terjadi. Hanya terjadi di Indonesia yang negara mayoritas muslim, yang mayoritas Ahlussunnah wal Jamaah, ada anak cucu Rasulullah yang ditangkap, ditahan karena merayakan Maulid Nabi. Siapa beliau? Beliau Al Habib Rizieq bin Husein bin Shihab," tutur JPU membacakan isi ceramah Habib Bahar.