"Jadi, saya kira kita ini negara hukum, hukum itu ada prosedur. Ikuti prosedur dengan baik, supaya kita fokus pada penanganan epidemiologi ya kira-kira," ujar Kang Emil.
Meski begitu, Gubernur Jabar mengimbau, dalam pelaksanaan pemeriksaan nanti, simpatisan dan pendukung Habib Rizieq tak perlu datang mengawal. Sebab, pengawalan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dikhawatirkan memunculkan kasus baru.
"Saya pun kan dimintai keterangan ya. Saya secukupnya saja. Jadi makin ada kerumunan, nanti bikin kasus lagi," tutur Gubernur Jabar.
Kang Emil mengatakan, imbauan untuk menghindari bukan hanya saat Habib Rizieq diperiksa Polda Jabar, namun berlaku bagi seluruh kegiatan masyarakat saat ini.
"Jangan bikin kerumunan kepada semua kegiatan di masyarakat, termasuk kalau ada pemeriksaan hukum, jangan bikin kerumunan, membawa simpatisan apapun karena nanti malah jadi perkara lagi seperti itu," kata Kang Emil.
Dia berharap, rencana pemeriksaan Habib Rizieq tidak lantas menganggu kondusivitas Jabar yang selama ini sudah terjaga baik. "Kami berharap, Jawa Barat selalu kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajaran TNI juga. Sejauh ini, kita (Jabar) relatif aman terkendali," ujarnya.