Guru Besar Unpad Teliti Ujaran Kebencian di Medsos, Hasilnya Bikin Geleng Kepala

Arif Budianto
Hate speech atau ujaran kebencian masih marak di medsos. (Foto: Istimewa/Ilustrasi)

Ujaran kebencian tidak terlontar begitu saja. Ada proses yang melatarbelakangi warganet mengeluarkan komentar tersebut. Hal ini telah dimodelkan oleh Prof Atwar.

Awal mula kemunculan dari ujaran kebencian di Facebook dipicu dari sebuah peristiwa yang diproduksi menjadi suatu berita. Berita yang diproduksi bisa saja benar atau bahkan bisa menjadi palsu (hoaks).

Berita tersebut kemudian dikomentari tokoh elit, pemengaruh (influencer), atau pendengung (buzzer) melalui status yang diunggah di akun media sosialnya. Unggahan tersebut kemudian direspons oleh pengikutnya. Komentar yang dihasilkan bisa berupa ujaran kebencian ataupun bukan.

“Begitu menyusun statusnya di ruang timeline, biasanya dimulailah produksi ujaran kebencian oleh para netizen,” ucap Prof Atwar.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Edy Mulyadi Ditahan atas Kasus Ujaran Kebencian, Kompolnas Bilang Begini

57 tahun lalu

Edy Mulyadi Ditahan di Bareskrim usai Ditetapkan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

57 tahun lalu

Edy Mulyadi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Langsung Ditahan

57 tahun lalu

Kasus Ujaran Kebencian, Edy Mulyadi Tak Hadiri Panggilan Bareskrim

57 tahun lalu

Polri Kirim SPDP Ujaran Kebencian Edy Mulyadi ke Kejagung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal