Guru Besar Unpad Teliti Ujaran Kebencian di Medsos, Hasilnya Bikin Geleng Kepala

Arif Budianto
Hate speech atau ujaran kebencian masih marak di medsos. (Foto: Istimewa/Ilustrasi)

“Terkadang akun-akun pro-pemerintah atau oposisi tidak selamanya melemparkan kritik, tetapi pada praktiknya tetap saja bisa menimbulkan serangan dalam bentuk kata-kata yang menyinggung dalam bentuk komentar netizen,” ujar Prof Atwar.

Sementara pada isu penanganan Covid-19, Prof Atwar memetakan 10 isu unggahan di Facebook. Pemetaan isu tersebut dilakukan terhadap akun pro-pemerintah dengan akun oposisi. Nyatanya, hampir setiap unggahan akan menimbulkan respons ujaran kebencian.

Beberapa isu yang memiliki ujaran kebencian tertinggi adalah pada respons pada pemerintah lokal, kebijakan protokol kesehatan, hingga isu-isu agama tertentu. 

“Komposisinya tidak jauh berbeda. Apapun yang dituliskan oleh admin (dua akun tersebut), selalu menimbulkan ujaran kebencian walaupun dalam jumlah sedikit,” tuturnya.

Jika diklasifikan, kata Prof Atwar, jenis kata yang dilontarkan biasanya merupakan kelompok kata yang bersifat menjijikan, kasar, hingga pembodohan. Lontaran kata-kata ini bertujuan untuk melakukan penghinaan, intimidasi, tuduhan, sumpah serapah, mempromosikan kekerasan.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Edy Mulyadi Ditahan atas Kasus Ujaran Kebencian, Kompolnas Bilang Begini

57 tahun lalu

Edy Mulyadi Ditahan di Bareskrim usai Ditetapkan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

57 tahun lalu

Edy Mulyadi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Langsung Ditahan

57 tahun lalu

Kasus Ujaran Kebencian, Edy Mulyadi Tak Hadiri Panggilan Bareskrim

57 tahun lalu

Polri Kirim SPDP Ujaran Kebencian Edy Mulyadi ke Kejagung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal