CIMAHI, iNews.id - Sejak terjadi pandemi Covid-19 awal 2020 hingga saat ini, angka stunting di Kota Cimahi naik menjadi 10,9 persen. Namun demikian, prevalensi stunting di Cimahi masih memenuhi standar WHO yakni di bawah 16,5 persen.
Untuk menekan angka kasus itu, Pemkot Cimahi menyalurkan bantuan telur dan ayam kepada warga yang anaknya berpotensi mengalami stunting. Bantuan dari Dinas Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat itu dialokasikan ke tiga kelurahan di tiga kecamatan.
Yakni warga di Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Kelurahan Cigugur Kecamatan Cimahi Tengah, dan Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.
"Angka stunting di Cimahi sempat turun tapi karena ada pandemi Covid-19, naik lagi. Makanya kita bantu pencegahan melalui bantuan ini," kata Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana usai penyerahan simbolis, Senin (31/5/2021).
Disebutkannya, angka stunting di Kota Cimahi sejak tahun 2017 sudah mengalami penurunan sebanyak 15 persen. Kemudian pada tahun 2018 turun lagi ke angka 9,17 persen. Namun di tahun 2020 ketika terjadi pandemi Covid-19 angkanya justru naik kembali menjadi 10,9 persen. Namun demikian, prevalensi stunting di Cimahi masih memenuhi standar WHO yakni di bawah 16,5 persen.
Menurutnya, pandemi Covid-19 dengan segala permasalahan dan pembatasan aktivitas warga, berdampak kepada asupan gizi serta pemahaman masyarakat. Makanya pencegahan stunting dilakukan berbarengan dengan penanganan Covid-19.