Yang membuatnya geram, akibat perilaku koruptor, negara mengalami kerugian mencapai Rp42 triliun. Padahal menurut dia, uang tersebut seharusnya bisa digunakan untuk peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
"Padahal dengan uang Rp42 triliun kalau untuk bangun puskesmas senilai Rp5 miliar bisa jadi 8.400 puskesmas," sebutnya.
Dia menegaskan, nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga antirasuah di Indonesia juga akan lebih diperkuat. Nantinya kata Ganjar sikap independen KPK akan dikembalikan seperti sejak pertama kali lembaga itu dibentuk.
"Kalau kemudian orang sudah marah pada situasi koruptif, maka kita harus melakukan tindakan yang ekstra seperti menguatkan KPK dan bikin KPK makin independen. Dan kita bawa pejabat koruptor ke Nusakambangan," ungkapnya.
Atas sikap tegas itu, salah satu mahasiswa Novita mengapresiasi semangat Ganjar dalam hal memberantas korupsi. Menurutnya negara ini harus dipimpin oleh orang-orang yang tegas, demi kemajuan bangsa.