Gagara Minta Cerai, Perempuan Pedagang Jamu di Cikelet Garut Dicekik Suami sampai Tewas

Ii Solihin
YA (baju tahanan oranye) pelaku pembunuhan terhadap istrinya Dita Suminarsih digelandang polisi. (Foto: iNews/II SOLOHIN)

GARUT, iNews.id - Dedi Suminarsih (38), tewas dengan luka memar di leher akibat dicekik pakai tangan. Setelah diselidiki, ternyata pelaku pembunuhan terhadap korban merupaka YA (41), suami korban.

Peristiwa pembunuhan almarhumah Deti yang berprofesi sebagai penjual jamu itu terjadi pada Desember 2020 di Kampung Mekarbakti, Desa/Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Pembunuhan ini, terjadi dipicu oleh pertengkaran korban Deti dengan pelaku YA di kios jamu. Saat itu, keduanya terlibat cekcok dan Deti minta cerai.

YA kalap lalu menjerat leher istrinya itu dengan seutas tali. Setelah sang istri meregang nyawa, YA menggasak semua barang berharga milik korban, seperti sepeda motor, handphone, dan uang tunai Rp70.000. Tujuannya, selain bekal melarikan diri, juga untuk membuat alibi bahwa Deti jadi korban perampokan.

Tersangka YA lantas kabur ke Muara Angke, Jakarta Utara. Selama 13 bulan, sejak Desember 2020 hingga Januari 2022, YA berprofesi sebagai nelayan. Dia pun berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari kejaran polisi.

Namun, seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat akan jatuh juga, berlaku bagi YA. Pelaku pembunuhan itu berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Garut belum lama ini.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadi Caksono mengatakan, awalnya, kematian korban Deti Suminarsih, pedagang jamu di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, pada 20 Desember 2020 lalu itu, diduga merupakan aksi perampokan disertai pembunuhan. 

Sebab, beberapa barang berharga milik korban hilang. Namun setelah dilakukan penyelidikan intensif, pembunuhan terhadap korban, dilakukan suami korban, berinisial YA. 

"Pelaku berhasil ditangkap di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara setelah 13 bulan menjadi buronan polisi," kata Kapolres Garut saat konferensi pers di Mapolres Garut, Rabu (26/1/2022).

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sakit Hati Tak Digaji, Mantan Guru Honorer di Cikelet Garut Bakar Sekolah

57 tahun lalu

Tebing Setinggi 10 Meter Longsor, Jalur Penghubung Sumedang-Garut Terputus

57 tahun lalu

Garut Diterjang Banjir, Rumah dan Sawah Warga Terendam

57 tahun lalu

Terpidana Terorisme Jaringan JAD Jambi Ikrar Setia NKRI di Garut, Sadar atas Kesalahan

57 tahun lalu

Pernah Jadi Basis Negara Islam Indonesia, Garut Rawan Radikalisme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal