CIMAHI, iNews.id -Pelaku UMKM harus pandai membangun brand atau merek agar produk dikenal luas oleh masyarakat atau pasar. Hal itu harus didukung didukung oleh pola pemasaran masif, baik melalui strategi konvensional maupun memanfaatkan teknologi digital.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus bahasan penting yang disampaikan oleh para nara sumber dalam kegiatan Festival UMKM yang digelar IKA Polban Poltek ITB dan diikuti oleh sebanyak 135 pelaku usaha UMKM di Kota Cimahi, baik dari mahasiswa, para alumni, dan juga masyarakat umum di Cimahi Tehcno Park, Senin (4/7/2022).
"Sangat penting untuk membangun brand agar produk kita dikenal, walaupun harus diakui membangun itu (brand) tidak bisa cepat," kata Dendi Jaka Rukmana, narasumber dalam acara itu di depan para peserta saat menyampaikan materi soal "Operasional Bisnis UMKM".
Dendi Jaka Rukmana menyatakan, saat membangun usaha, yang pertama dipikirkan adalah bagaiman agar brand bisa mudah dikenal dan diingat oleh pasar. Mendapatkan inspirasi dari keripik pisang Lampung, dia lalu membuat produk keripik pisang Zanana Chips. "Melalui modal Rp50.000 uang sendiri plus Rp1 juta hasil meminjam, akhirnya brand Zanana Chips bisa sampai pada fase sekarang ini," ujar Dendi.
Sementara itu, Anggia Tresna Wibawa yang membawakan materi "Business Model Canvas" menilai, menentukan target pasar juga penting sebagai pemetaan antara produk dan market. Jika keduanya cocok maka akan mendapatkan efesiensi biaya dan efektivitas kerja. Sehingga keuntungan yang didapat bisa maksimal serta menciptakan konsumen yang loyal.