Hajat kawin batu dan guar bumi tahun ini bertema "Padahanteun Sampar Samak Ngaguar Situ Seseupan". Maknanya, batu yang dikawinkan itu dipercaya masyarakat Desa Padahanteun dapat menggabungkan hubungan atau tali persaudaraan yang sempat terpecah.
Wabup Majalengka mengapresiasi kegiatan pelestarian kebudayaan kawin batu yang berkolaborasi dengan acara adat guar bumi masyarakat Padahanten bekerja sama dengan Padepokan Kirik Nguyuh.
Festival Kawin Batu merupakan ajakan agar warga kembali rukun meski masing-masing memiliki ideologi berbeda. Batu menggambarkan bahwa di balik kerasnya, juga mengalami banyak hal sebelum memadat dan kokoh jadi batu.
“Saya berharap kegiatan ini (Festival Kawin Batu) akan menjadi daya tarik bagi wisata, baik lokal ataupun mancanegara dan berharap kawin batu dapat diakui oleh Pemerintah Pusat sebagai sebagai salah satu kebudayaan yang ada di Kabupaten Majalengka.