Festival Kawin Batu di Majalengka, Bawa Pesan dan Filosofi Mendalam tentang Toleransi
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana mengatakan, Kawin Batu merupakan salah satu contoh kolaborasi yang selama ini kerap dilaksanakan komunitas.
"Berkolaborasi dengan agenda budaya di Padahanteun. Ini lah yang ingin kami capai dalam membangun budaya di Majalengka. Ini kolaborasi yang baik antara seniman dengan pemerintah. Muncul juga ekonomi kreatif," kata Tasono D Mardiana.
Sesuai namanya, di lokasi pameran terlihat hiasan batu ditata di beberapa titik lokasi. Selain itu, ada juga teatrikal warga yang mengumpulkan batu dalam satu tempat.

Selain itu, ada juga penampilan musik gamelan. Berbeda dengan gamelan lain, gamelan yang digunakan pada festival itu yakni gamelan batu, yang diberi nama Gamelan suara Watu.
Tasono D Mardiana menyatakan, dalam festival, masyarakat Desa Padahenteun membawa dua batu berjalan diiringi musik dari Desa Padahenteun ke Situ Seseupan, membaca doa, pementasan musik, dan menampilkan aneka ragam sajian makanan hasil bumi, dan olahan kreasi ibu-ibu PKK.