Fakta Unik Kampung Dayak di Indramayu, Punya Ritual Berendam dan Berjemur 

Asep Supiandi
Komunitas Dayak Losarang, Kabupaten Indramayu. (Foto: Antara)


Selanjutnya, sisa waktu delapan bulan ke depan bisa mereka pergunakan untuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan hidup anak dan istrinya. Apabila nafkah mereka berlebih, mereka akan memberikannya pada komunitas yang membutuhkan. Siklus ritual tersebut telah mereka kerjakan secara teratur selama bertahun-tahun.

Ritual lain yang dilakukan oleh kelompok aliran kepercayaan ini juga banyak mengikutsertakan kelompok perempuan. Bertempat di Pendopo Nyi Ratu Kembar, setiap malam Jumat kliwon mereka berkumpul bersama. 

Beberapa laki-laki bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek hitam putih. Mereka duduk mengelilingi kolam kecil di dalam pendopo. Sementara kaum perempuan, duduk berselonjor di luar pendopo. Mula-mula, mereka akan melantunkan Kidung Alas Turi dan Pujian Alam secara bersama-sama. Bacaan tersebut dilantunkan dalam bahasa Jawa Cirebon dan dikarang langsung oleh pendiri komunitas ini, yaitu Takmad Diningrat.


Itulah keunikan Kampung Dayak di Indramayu yang menyelaraskan kehidupan dengan alam. Hal itu sebagai bagian dari kekayaan budaya di Indonesia.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak hanya Dayak, Manado juga Dikenal sebagai Penghasil Wanita Cantik!

57 tahun lalu

Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Tanya Realisasi Dayak Center di IKN

57 tahun lalu

Asal-usul Kata Sampit Ibu Kota Kotim, Berasal dari Bahasa China

57 tahun lalu

Wakapolri Komjen Agus Andrianto Dianugerahi Jadi Warga Kehormatan Dayak Kalteng

57 tahun lalu

Filosofi Baju Adat Dayak Dipakai Puan Maharani, Warna Merah Lambang Persatuan dan Keberanian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal