Fakta Unik Kampung Dayak di Indramayu, Punya Ritual Berendam dan Berjemur 

Asep Supiandi
Komunitas Dayak Losarang, Kabupaten Indramayu. (Foto: Antara)

5. Ritual

Kum-kum merupakan salah satu ritual yang kerap dilakukan Kelompok Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Ritual ini mereka lakukan untuk melatih kesabaran. Kum-kum sendiri dilakukan selama empat bulan dalam satu tahun tepatnya setiap pukul 23.00 WIB. Sebelum kum-kum, mereka biasanya melakukan kidung terlebih dahulu. 

Setelahnya, mereka akan berjalan ke sungai kecil di dekat perkampungan mereka untuk merendam diri hingga pagi hari tiba. Selama berendam, mereka tidak diperbolehkan memakai pakaian atas. Mereka harus mampu menahan dinginnya udara malam dan air sungai. Ritual itu sebagai upaya untuk melatih kesabaran.

Setelah ritual kum-kum selesai, mereka harus melaksanakan ritual mepe atau berjemur. Mereka akan berjemur pada pagi hari hingga celana mereka kembali kering. Tujuannya untuk mendekatkan manusia dengan alam tanah. Setelah menyelesaikan rangkaian ritual tersebut, mereka akan merasa menjadi orang baru kembali. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak hanya Dayak, Manado juga Dikenal sebagai Penghasil Wanita Cantik!

57 tahun lalu

Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Tanya Realisasi Dayak Center di IKN

57 tahun lalu

Asal-usul Kata Sampit Ibu Kota Kotim, Berasal dari Bahasa China

57 tahun lalu

Wakapolri Komjen Agus Andrianto Dianugerahi Jadi Warga Kehormatan Dayak Kalteng

57 tahun lalu

Filosofi Baju Adat Dayak Dipakai Puan Maharani, Warna Merah Lambang Persatuan dan Keberanian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal