Enuh yang mengenakan kaus bertuliskan SinauHurip dan celana training merah menjawab, sudah sarapan nasi goreng. Enuh juga mengaku sudah minum kopi dan merokok.
Sukaryo Adi Putra mengatakan, Enuh dijemput oleh keluarga besar alumni Fakultas Teknik Kelautan ITB. Teman kuliah Enuh yang masih diingat bernama Semedi Usrin, Fredi Nababan, Irfan Sandi Kusuma, dan Aep Firmawan.
Sedangkan dosen paling disukai Enuh adalah Doktor Wurjanto. "Doktor Wurjanto itu dosen pembimbingnya. Enuh dulu melakukan penelitian di Sungai Lais, Palembang, Sumatera Selatan," kata Sukaryo Adi Putra.
Saat melakukan penelitian di Sungai Lais, Enuh meneliti tentang kedalaman. Saat itu, Enuh mengukur kedalaman menggunakan alat khusus. Selain itu mengambil sampel lumpur endapan di Sungai Lais. "Saat penelitian itu, Enuh bersama siapa?" tanya Sukaryo Adi.
"Sama dosen pembimbing (doktor Wurjanto). Sama temen juga," jawab Enuh.
"Alhamdulillah, kesadaran Enuh sudah bagus. Sudah bisa diajak ngobrol," ujar Sukaryo Adi Putra.