Disdik Jabar Terima Banyak Aduan Siswa SMA dan SMK Jadi Korban Perundungan

Agung Bakti Sarasa
Disdik Jabar menerima 8 aduan kasus perundungan masuk melalui Stopper sejak aplikasi tersebut diluncurkan 22 Februari 2023 lalu. (FOTO: AGUNG BAKTI SARASA)

Yesa Sarwedi menyatakan, pelapor dalam aplikasi Stopper ini adalah siswa-siswi SMA/SMK dan guru. Ada pun kasus yang dilaporkan mulai dari bullying dan beberapa kasus lain.

Disdik Jabar, ujar Yesa Sarwedi, memastikan segera menindaklanjuti aduan dengan verifikasi semua laporan yang masuk ke dalam aplikasi Stopper tersebut.

"Kasus bervariasi, dari 8 ini ada enam laki-laki, dua perempuan. Anonim ada dua dan enam sebutkan nama. Kategori pelaku satu guru, kemudian siswa tiga orang dan yang di luar siswa, dan guru da empat orang," ujar Yesa Sarwedi.

Selain melakukan verifikasi pada pihak sekolah dan pelapor, kata Yesa, Disdik Jabar juga akan memberikan sanksi teguran pada pelaku tindakan bullying serta akan melakukan mediasi dari para orang tua korban dan pelaku, termasuk pihak sekolah. 

"Sanksinya pembinaan, termasuk guru, tapi kalau fisik ya biasanya berunding dengan orang tua baik pelaku dan korban orang tua. Artinya bisa masuk ranah hukum," tutur dia.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Masjid Al Jabbar Bandung Didaftarkan Jadi Objek Vital Negara agar Dijaga TNI dan Polri

57 tahun lalu

Staf Ahli Wapres Sebut Lokasi PKL Bandung Bisa Jadi Destinasi Wisata Pemikat Turis

57 tahun lalu

Gempa Terkini M3,3 Guncang Kabupaten Bandung

57 tahun lalu

HT Saksikan Penyerahan Bantuan Gerobak Perindo kepada Pelaku UMKM di Bandung

57 tahun lalu

Dapat Gerobak, Pedagang Seblak di Bandung Doakan Partai Perindo Semakin Maju

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal