Digempur Harga Murah, Pengusaha Minta Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar China 

Arif Budianto
Ilustrasi produk Indonesia harus merajai di negeri sendiri. (Foto: freepik)

BANDUNG, iNews.id - Pengusaha Indonesia minta Indonesia tak hanya menjadi pangsa pasar produk murah negara lain. Produk Indonesia mestinya merajai di negeri sendiri. 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengatakan, saat ini perdagangan global memang sedang tidak baik-baik saja. China yang merupakan produsen atau manufaktur besar dunia, banyak barangnya yang tak terserap di negara-negara besar seperti di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Sehingga mereka berusaha mencari pasar baru yang trade barrier-nya lemah.

"Jangan sampai Indonesia hanya dijadikan market, karena Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar nomor empat dunia. GDP kita masih lebih baik dan inflasi Indonesia cukup terkontrol dibanding negara lain. Tak heran Indonesia dibidik menjadi salah satu pangsa pasar. Jika tidak pintar-pintar memasang trade barrier, ekosistem ini akan hancur berimbas ke hulu," katanya.

Selanjutnya Ketua Umum IPKB Nandi Herdiaman menambahkan, adanya serangan impor yang harganya di bawah pasar, mendorong rendahnya permintaan termasuk yang terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

"Imbasnya terjadi penurunan produksi bukan cuma 1 atau 2 pabrik, bahkan ribuan. Ditambah dampak pengangguran bahkan hingga jutaan," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bikin UMKM Lokal Terpukul, TikTok Shop Dinilai Monopoli Pasar Perdagangan

57 tahun lalu

Polda NTT Bongkar Perdagangan Rokok Ilegal di 3 Kabupaten, Ribuan Bungkus Disita

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling Hampir 1 Ton di Tanjungbalai, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Kerajaan Sriwijaya, Pusat Perdagangan dan Pengajaran Agama Buddha

57 tahun lalu

Terlibat Perdagangan Organ Tubuh Manusia, Pemuda asal Kota Medan Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal